Kepala Departemen Sejarah dan Etika Pengobatan dari Universitas Istanbul, Turki, Prof Nil Sari dalam ulasannya "Food as Medicine in Islamic Civilization", Menyebutkan bahwa dokter Muslim di periode emas kekhilafahan seperti Ibnu Sina (980-1037 M) dan Ibnu al-Baitar telah berhasil menerapkan makanan sebagai obat, melalui diet seimbang / pengaturan pola makan (Food Combining) yang disesuaikan dengan kondisi spesifik tubuh seseorang seperti: unsur (energi panas-dingin, lembab-kering), cairan/ khilt, dan temperamen (sanguin,plegmatis,kolerik,melankolis).
Kondisi khilt adalah cairan (Humour) yang dihasilkan oleh proses cerna & metabolisme yang berkorelasi spesifik dengan temperamen/ sifat seseorang. Contoh: Darah memiliki sifat panas dan lembab (sanguin-optimis/populer); dahak itu dingin dan lembab (plegmatis-apatis); empedu kuning itu panas dan kering (kolerik-pemimpin berpengaruh); empedu hitam itu dingin dan kering (melankolis-sempurna baperan).
Makanan dingin: Mentimun, labu, krokot, lemon dan selada. bersifat mendinginkan dan mengentalkan dahak.
Makanan panas: berefek panas secara alami, menghasilkan empedu kuning. terdiri dari rempah-rempah dan bumbu. Misalnya jahe, lada, ketumbar kering, jintan, kayu manis, cabe, bawang merah, bawang putih dan damar wangi .
Makanan kering: millet, lentil, ikan asin, dendeng/ daging kering. berefek membuat empedu hitam-melankolis, turun nafsu makan dan sembelit.
Makanan lembab: rasa netral tanpa rasa asin, manis, asam atau pahit yang kuat. memiliki efek melembutkan. Mie dan bayam yang dimasak dengan nasi dan daging.
Lukisan herba bawang karya Ibn Baytar, kitab Câmiu mufredat al-adviya wa’l-agdiya. Süleymaniye Library, Ayasofya Coll., MS 3748.
Terekam dalam manuskrip kekhilafahan utmani bahwa, diet seimbang yang dicontohkan nabi muhammad SAW dapat memperbaiki kondisi pasien dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Makanan nabi yang disebutkan dalam quran& hadits contohnya: kurma, zaitun, tin, madu, jahe, gandum, labu, cuka, anggur, habasauda dll, terbukti berkhasiat multifungsional. Tidak hanya sebagai nutrisi namun juga berkhasiat obat antara lain antioxidan, antimicrobial, antiaging, anticancer, antidiabet, antihipertensi, antitumor, antiinflamasi dll. Sebaik-baik obat adalah nutrisi organik, karena aman, alami dan mudah diserap tubuh. dan yang terpenting sustainable- mudah dibudidayakan setiap rumah untuk persediaannya. Sebagaimana yang telah kami terapkan di kampung kami di cinangka, desa ciwalen JABAR. hampir tiap rumah punya kebun TOGA (Tanaman obat keluarga) sendiri. stok farmasi ini selalu lestari karena budaya khas masyarakat desa yang saling berbagi sediaan tanaman segar.
Dari 1.845 spesies tanaman yang teridentifikasi sebagai tanaman obat Indonesia, baru 283 spesies yang secara resmi terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebagai obat dan sebagian telah digunakan masyarakat. dan hanya sekitar 20 jenis yang sering digunakan di dapur untuk masakan/ jamu harian. Berikut koleksi stok farmasi di kebun kami.
1. Zingiber purpureum Rox
Bengle/panglai (Sunda), pandiang (Madura);

Rimpang segar untuk sakit kepala tujuh keliling: Bahan dihaluskan, tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, lalu balur di pelipis dan biarkan sampai kering.
Dosis minum: 2 x 5 g rimpang/hari rebusan untuk kembung.
2. Curcuma domestica Val
Koneng (Sunda), kunir (Jawa), konye, temo koneng (Madura)
rimpang bermanfaat untuk anti radang pencernaan, maag/ asam lambung, pegel linu/ nyeri otot.
Interaksi: obat pengencer darah meningkatkan risiko perdarahan. kombinasi dengan piperine dan/atau teh hijau, meningkatkan efek kunyit. dosis minum: 3 x 1–3 g serbuk/hari.
3. Curcuma xanthorriza Roxb.
koneng gede (Sunda), temu lawak (Jawa Tengah), Temu latah (Madura)
rimpang bermanfaat: penguat liver, mengatasi letih lesu, menambah nafsu makan.
Peringatan: diabetes hipoglikemik, gangguan saluran empedu dan batu empedu
Interaksi: meningkatkan potensi obat pengencer darah
Dosis minum: 2 x 25 g rimpang segar/hari dihaluskan atau diiris, direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas, dinginkan, saring dan diminum 1 jam sebelum makan.
3 x 5 g serbuk/hari diseduh dengan 1 cangkir air mendidih, diamkan, kemudian disaring dan diminum.
4. Zingiber officinale Rosc/ Jahe
Rimpang segar bermanfaat: radang lambung, kembung, masuk angin
Peringatan: jangan digunakan lebih dari 6 gram dalam keadaan maag/perut kosong
Interaksi: obat pengencer darah
Dosis: 2 x 2,5 cm rimpang/hari sebelum makan.
5. Kaempferia galanga L.
cikur (Sunda), kencor (Madura)
Daun segar dihaluskan dioles untuk sakit kepala sebelah. rimpang di lalap untuk kembung. Dosis: 2 x 3 cm rimpang/hari sebelum makan.
6. Alpinia galanga L.
Lengkuas, laja (Sunda), laos (Jawa), laos (Madura).
Rimpang segar dihaluskan, tambahkan air secukupnya dan oleskan pada bagian yang sakit terkilir, bisul maupun korengan.
Dosis: 1 x 1 rimpang /hari
7. Allium sativum L / Bawang putih
Umbi segar dioles untuk panu, kadas, kurap
Peringatan: umbi yang bertunas mengandung racun HCN dosis ringan.
Dosis: 1 x 1 siung umbi/hari
8.Carica papaya L
Gedhang (Sunda), katela gantung, kates (Jawa);
Getah pada tangkai buah dioles untuk: mata ikan, telapak kaki pecah-pecah, setelah 15 menit kulit akan lembut dan bisa diampelas dengan batu apung.
Dosis: 3 x 1 tangkai/hari.
9. Piper bettleL / Sirih
Daun segar bersifat antibakteri berguna untuk pembersih jerawat, mulut, hidung & organ kewanitaan. Peringatan: dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan selaput lendir.
Dosis: 2 x 7-10 daun/hari. Cara penggunaan: bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, dinginkan, airnya dipakai untuk mencuci.
10. Camellia sinensis L. / Teh
Pucuk daun kaya antioksidan mengurangi penimbunan lemak
Peringatan: konsumsi berlebihan menyebabkan iritasi lambung, susah tidur, gelisah, berdebar,
Interaksi: suplemen mineral, obat penenang, obat pengencer darah, obat penurun tekanan darah.
Dosis: 3 x 1 sdt/hari
Ambil 1 sendok teh serbuk diseduh dengan 150 ml air mendidih, diamkan, saring diminum selagi hangat.
11. Syzgium polyanthum (Wight) Walp/ Salam
Daun : untuk kencing manis
Dosis: 2 x 8 lembar daun/hari. direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi separuhnya.
12. Ocimum canum Sims (L.)/ Kemangi
Herba bermanfaat : penghilang bau mulut, penambah nafsu makan. buat lalapan
13. Phyllanthus niruri (Val.)/ Meniran
Herba beranfaat: untuk peningkat kekebalan tubuh melawan virus gondongan, flu, dll
Efek samping: tekanan darah turun, kadar gula darah turun, gangguan keseimbangan elektrolit
Dosis: 3 x 10 g herba/hari direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas, dinginkan, saring, dan diminum sekaligus.
14. Imperata cylindrica L, Alang-Alang
Manfaat Akar: meredakan panas dalam
Dosis: 1x70 g akar/hari, bahan direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi setengahnya, kemudian diminum selagi hangat.
15. Thymus vulgaris (L)/ Timi
manfaat herba: batuk berdahak
Dosis: 4 x 20 g herba/hari, bahan direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi setengahnya, dinginkan, saring dan diminum sekaligus.
16. Mentha piperita (L)/ Mint.
Manfaat: mengatasi sakit tenggorokan, dan sebagai antiseptik dapat melawan bau mulut dan kuman di gigi dan gusi dibuat dalam pembuatan pasta gigi
Efek samping: denyut jantung menjadi lambat, reaksi alergi terhadap menthol dapat menimbulkan saluran udara terasa terblokir, dapat menimbulkan iritasi kulit, konsumsi minyak pepermint berlebihan menyebabkan sakit kepala, pusing, mulas, anal terbakar dan gemetaran.
Dosis: 3 x 1-3 g daun/hari. Bahan direbus dengan 2 gelas air menjadi 1 gelas air dinginkan, disaring dan diminum sekaligus.
17. Cymbopogon nardus (L) Rendle/ Sereh
Herba bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, pegel linu.
Dosis: 2 x 2 g bonggol/hari. bahan direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas, dinginkan, saring dan diminum selagi hangat.
18. Coleus scutellariodes (l) benth./ Daun iler
Sumatera: sigresing (Batak), adong-adong (Palembang); jawer kotok (Sunda)
Daun segar untuk wasir
Efek samping: gangguan irama jantung, penurunan tekanan darah, sakit kepala dan muka merah
Interaksi: obat tekanan darah tinggi, obat pengencer darah, dan obat jantung,
Dosis: 1 x 25 g daun/hari. bahan direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi setengahnya, dinginkan, saring dan diminum sekaligus.
19.Psidium guajava Linn/ Jambu Biji
Daun dihaluskan, tambahkan garam 1 sdt dan 500ml air panas, tunggu hingga dingin dan diminum untuk meredakan diare. efek samping: sembelit
Dosis: 3 x 30 g daun/sehari, selama 3 hari bila perlu.
20. Orthosiphon stamineus Benth/ Kumis Kucing
Rebusan daun segar dalam keramik/kaca/ stainles teel bermanfaat untuk melancarkan air seni
Larangan: edema karena gangguan ginjal dan jantung
Dosis: 25 g daun /hari.
21. Ranti/ Leunca (Solanum nigrum L)
Buah leunca yang belum matang mengandung steroidal alkaloid solasodine serta steroidal sapogenin diosgenin dan tigogenin. Buah matang mengandung solanine, solasonine, solamargine dan chaconine,bahan sebagai antiseptik, anti inflammasi dan antidisentri,ulcerogenik, antimalaria.
ekstraksi seluruh tanaman ditemukan 2 senyawa steroidal oligoglikosida (nigrumnin I dan II ) yang beraktivitas sitotoksik (sel tumor hati,kolon,prostat&payudara dan antiherpes)
Bijinya dapat digunakan untuk pengobatan gonorrhea dan disuria . bunga dan daunnya dapat digunakan sebagai penurun panas dan mengurangi efek overdosis alkohol, obat cacing, nyeri sendi & sakit telinga.
infeksi herpes leher sembuh dalam 6 hari
22. Teleng / Clitoria ternatea
Merupakan tanaman polong multiguna karena selain untuk hiasan tanaman ini mengandung senyawa bioaktif yang berguna untuk pengobatan. Akar teleng diduga berkhasiat sebagai tonikum otak yang sangat baik dan bunga teleng berguna untuk mengatasi infeksi mata dan tenggorokkan, penyakit kulit, gangguan urinaria, ulcer dan keperluan anti racun. Dosis minimal filtrat bunga teleng yang menghambat bakteri sebesar 50 mg/mL.
23. Mimosa pudica L. (putri malu).
Tumbuhan ini telah diidentifikasi dalam Riset Tumbuhan Obat dan Jamu 2012, dan memiliki potensi yang baik untuk dieksplorasi lebih lanjut sebagaimana bukti profil farmakologisnya terhadap gangguan mental emosional: depresi, ansietas, dan gangguan suasana hati, serta bermanfaat sebagai relaksasi otot. Hasil studi toksisitas mengkonfirmasi keamanan dalam dosis manfaat. LD50 manusia sebesar 15,516 g/kg BB.
24. Myristica fragrans Houtt
Daging buah pala seberat 100 g kira-kira terkandung air 10 g, protein 7 g, lemak 33
g, mono terpene hydrocarbons (61 -
88% seperti alpha pinene, beta pinene, sabinene), asam monoterpenes (5 - 15%),
aromatik eter (2 - 18% seperti myristicin, elemicin).
minyak, zat samak, dan zat pati. saponin, miristisin, elemisi, enzim lipase, pektin, hars, zat samak, lemonena.
asam oleanolat. Kulit buah mengandung minyak atsiri dan zat samak. Setiap 100 g bunga
kira-kira mengandung air 16 g, lemak 22 g, minyak yang menguap 10 g, karbohidrat 48 g,
fosfor 0,1 g, zat besi 13 mg. Warna merah dari fulinya adalah lycopene yang sama
dengan warna merah pada tomat.
senyawa
aromatik myristicin, elimicin, dan safrole sebesar 2 - 18% yang terdapat pada biji dan
bunga pala bersifat merangsang tidur berkhayal (halusigenik) dengan dosis kurang dari 5gram.
Di beberapa negara Eropa, biji pala di gunakan dalam porsi sedikit sebagai bumbu
masakan daging dan sup. Fulinya (kulit pembungkus biji pala) lebih disukai digunakan
dalam penyedap masakan, acar, dan kecap. Minyak yang mudah menguap dari biji, fuli,
kulit, kayu, daun, dan bunga hasil sarinya sebagai oleoresins sering digunakan dalam
industri pengawetan minuman ringan dan kosmetik.
Minyak pala secara luas digunakan sebagai bahan penyedap pada produk
makanan dengan dosis yang dianjurkan sekitar 0,08%. Minyak ini memiliki kemampuan
mematikan serangga (insektisidal), antijamur (fungisidal), dan antibakteri. Sebagai obat,
pala berkhasiat sebagai bahan perangsang (stimulan), mengeluarkan angin (karminatif),astringent& aphrosidiac.
Referensi:
- Emir Çelebi (Seyyid Mehmed et-Tabîb es-Sehîr bi-Emir Çelebi): Anmûzaj al- Tibb (1625). Istanbul University Cerrahpasa Faculty of Medicine Medical History Museum, no. 96.
- Ibn Baytar (Ebu Mehmed Abdullah b. Ahmed Ziyaeddin): Kitab Al-Jâmi’ al-Mufradât alAdwiya wa al-Agdiye. Trans. Abdurrahman b. Yusuf: Tarjamat al-Mufradât. Süleymaniye Library, Kiliç Ali Pasa, no. 716/4.
- Ibn Baytar (Ebu Mehmed Abdullah b. Ahmed Ziyaeddin): Kitab Al-Jâmi’ al-Mufradât alAdwiya wa al-Agdiye. Trans. Hezarfen Hüseyin Efendi: Tarjamat al-Mufradât (17th century), Süleymaniye Library, Lala Ismail, no. 389/9, Hamidiye, no. 1016 and Ayasofya 3745.
- Ibn Sina (Ebu Ali el-Hüseyin b. Abdullah): al-Qânûn fî Al-tibb. Trans. Mustafa b. Ahmed b. Hüseyin el-Tokadî: Tabhîz al-Mathûn (18th century), Süleymaniye Library, Hamidiye, no. 1015.
- Rokhman, F. 2007. Aktivitas Antibakteri Filtrat Bunga Teleng (Clitoria ternatea L.) Terhadap Bakteri Penyebab Konjungtivitis. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
- https://muslimheritage.com/food-med-muslim-civ/#sec1
- https://msocialsciences-com.translate.goog/index.php/mjssh/article/view/1144/842?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=ms&_x_tr_hl=en-GB&_x_tr_pto=op,sc
- Kementerian Kesehatan RI. (2017). Kepmenkes RI no 01.07/MENKES/187/2017 Tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
- Any Yudhoyono. 2013. Koleksi Tanaman Herbalia Istana Cipanas. Jakarta.
- https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=2339
- https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/toi/issue/view/329
alhamdulillah barakallah smoga tanamannya makin berguna untuk santri
BalasHapusAamiin
Hapus